LAPORAN PELAKSANAAN PROJEK
PENGUATAN PROFIL PELAJAR
PANCASILA (P5)
GAYA
HIDUP BERKELANJUTAN
“MEMBUAT LAMPU LAMPION”
DISUSUN OLEH:
Tim Kordinator Projek Penguatan
Profil Pelajar Pancasila
1.
Fajri, S.Pd.
2.
Putri Nazlia Wahyuni, S.Pd.I
3.
Fariska, S.Pd.I
4.
Fatimah, S.Pd.I
5.
Afifuddin, S.Pd.I
6.

MA DARUSSA’ADAH COT TAROM
KEMENAG KABUPATEN BIREUN ACEH
2023-2024
KATA PENGANTAR
Tiada kata yang mewakili perasaan kami saat ini kecuali
rasa syukur Alhamdulillah. Untuk itu, kami ucapkan terima kasih kepada Allah SWT,
atas rahmat-Nya sehingga kami dapat menyusun laporan ini
dengan baik. Meski mendapatkan kendala, tapi kami bisa melaluinya sehingga
laporan yang berjudul "MEMBUAT LAMPU LAMPION DARI BAHAN LIMBAH" ini dapat terselesaikan tepat waktu.
Kami mengucapkan rasa terima kasih kepada Guru kami yang
telah membimbing kami dalam menyelesaikan laporan ini. Kami juga mengucapkan
terima kasih kepada semua pihak yang terlibat menyusun laporan ini dan juga
kepada mereka yang telah memberikan dukungan serta doa sehingga kami memiliki
kekuatan lebih untuk menyelesaikan laporan ini.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih banyak kekurangan.
Sehingga kami berharap pembaca bisa
memberikan kritik agar tulisan selanjutnya dapat jauh lebih baik. Di sisi lain,
kami berharap pembaca dapat menemukan pengetahuan baru dari laporan penelitian
ini. Walaupun tulisan ini tidak sepenuhnya bagus, kami berharap ada manfaat
yang bisa diperoleh oleh pembaca. Demikian sepatah dua patah kata dari kami,
terima kasih.
Cot Tarom, 10 Juni 2024
Tim
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...........................................................................................
DAFTAR ISI..........................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN....................................................................................
1.1 Latar Belakang........................................................................................
1.2 Tujuan Kegiatan......................................................................................
1.3 Manfaat Kegiatan...................................................................................
1.4 Rumusan Masalah...................................................................................
BAB 2 PEMBAHASAN.......................................................................................
2.1 Jenis Kegiatan/Tema Kegiatan ................................................................
2.2 Persiapan Kegiatan...................................................................................
2.3 Alat dan Bahan.........................................................................................
2.4
Tempat, Waktu dan Peserta Pelaksanaan Kegiatan..................................
BAB 3 HASIL DAN EVALUASI......................................................................
3.1
Hasil Akhir Lampu Lampion....................................................................
3.2
Evaluasi
dan Rekomendasi.......................................................................
BAB 4 PENUTUP...............................................................................................
4.1 Kesimpulan...............................................................................................
4.2
Saran.........................................................................................................
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pesantren memiliki
peran penting dalam pendidikan dan pembinaan karakter serta keagamaan bagi para
santri. Namun, selain fokus pada aspek keagamaan, pesantren juga semakin
menyadari pentingnya peran dalam mendukung keberlanjutan lingkungan dan ekonomi
lokal. Salah satu cara untuk mewujudkan hal ini adalah dengan memanfaatkan
bahan limbah sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari dan pembelajaran di
pesantren. Pesantren sebagai pusat pendidikan Islam tidak hanya mengajarkan
ajaran agama, tetapi juga nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan.
Pemanfaatan limbah dapat menjadi bagian dari pendidikan ini, mengajarkan para
santri untuk menghargai alam dan melakukan tindakan nyata untuk menjaga
kelestariannya.
Barang limbah atau
merupakan barang bekas yang sudah tidak di pakai lagi, barang seperti ini
banyak ditemui baik dari indivudu, dari rumah tangga, hingga ke Perusahaan
ataupun Pesantren. Semua barang yang sudah tidak layak digunakan lagi hanya
menumpuk saja dan sering kali di buang atau di bakar. Padahal barang bekas atau
“rongsok” ini jika di daur ulang bisa
menjadi barang yang bernilai jual tinggi dan di daur ulang kembali menjadi
barang yang bermanfaat. Memanfaatkan “rongsok” untuk di daur ulang merupakan langkah
yang sangat tepat dilakukan untuk menjaga lingkungan, karena dengan cara
memanfaatkan barang-barang tersebut dapat mengurangi pencemaran lingkungan.
Penerapan konsep Reduce, Reuse, Recyle (3R) dalam menangani sampah di
lingkungan Masyarakat saat ini masih belum dilaksanakan dengan maksimal, padahal
konsep ini sangat bagus jika diterapkan di negara berkembang yang punya
keterbatasan teknologi, sehingga harus memberdayakan Masyarakatnya sendiri
selaku pihak yang menghasilkan sampah tersebut (Widiarti, 2012).
Pemanfaatan limbah di
pesantren dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum sebagai sumber belajar dan
pengajaran praktis. Ini dapat meliputi pembuatan kerajinan tangan, perawatan
taman, atau pengelolaan sumber daya air dan energi.
Dari latar belakang
tersebut didapatkan bahwa konsep daur ulang dan pengomposan sampah ternyata
dapat mereduksi jumlah sampah yang tersangkut di TPS/TPA terutama di lingkungan
Pesantren Darussa’adah Cot Tarom. Penggunaan kembali, minimalisasi, dan daur
ulang sampah merupakan hal yang sangat perlu dilakukan untuk mengurangi jumlah
sampah yang selama ini membebani TPA lingkungan Pesantren Darussa’adah Cot
Tarom.
1.2
Tujuan
Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan bahwa tidak semua sampah itu
harus di buang karena sampah tersebut masih bisa didaur ulang kembali menjadi barang yang
bermanfaat. Tujuan ini bukan hanya untuk memperlihatkan saja tapi juga untuk
mengajak semua santriwan dan santriwati agar tidak membuang sampah yang masih bisa didaur ulang karna
dengan cara ini kita bisa mengurangi jumlah sampah yang selama ini membebani
lingkungan, dan sampah tersebut kita daur ulang agar menjadi barang yang
berguna. Dengan begini kita bisa menjaga lingkungan kita menjadi lebih baik
dari sebelumnya, dan sampah tadi yang bisa kita olah kembali menjadi sebuah
benda yang bisa kita gunakan, dan dapat menghasilkan nilai jual yang tinggi.
1.3
Manfaaat
Kegiatan
Kegiatan ini bermanfaat untuk mengurangi kebutuhan akan
bahan mentah baru, karena dengan menggunakan kembali bahan bekas dapat membantu mengurangi jumlah limbah untuk
mengurangi kerusakan lingkungan. Manfaat kegiatan ini kita bisa
melindungi alam kita dari rusaknya lingkungan umumnya mengurangi limbah di lingkungan
Pesantren Darussa’adah Cot Tarom.
1.4
Rumusan Masalah
a.
Bagaimana cara mengelola sampah agar
dampak negatif terhapat lingkungan bisa diminimalisir.
b.
Bagaimana cara kita mengajak semua santri
agar mau untuk menjaga lingkungan sekitar lingkungan Pesantren Darussa’adah Cot
Tarom.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Tema Kegiatan
Tema
kegiatan : GAYA HIDUP BERKELANJUTAN
(
Membuat Lampu Lampion dari Bahan Limbah )
Dokumentasi Pengenalan
modul Tema Kegiatan P5 Gaya Hidup Berkelanjutan yaitu membuat Lampu Lampion
dari Bahan Limbah :

2.2 Persiapan
Kegiatan
Dalam membuat kerajinan tangan dari bahan bekas ini kami tidak memerlukan persiapan yang cukup banyak
karena alat
dan bahan yang digunakan cukup sederhana. Tetapi cara pembuatannya terbilang mudah. Mulai
dari bahan-bahannya yang mudah didapatkan hingga cara pengerjaannya yang cukup
sederhana. Bahan utama pembuatan lampion ini adalah gelas plastik bening bekas
air mineral berukuran 220 ml. Sampah gelas plastik ini hampir setiap hari kita
bisa temukan di lingkungan Pesantren Darussa’adah Cot Tarom.
2.3 Alat
dan Bahan
Alat dan bahan yang
kami gunakan :
1. Gelas
plastik bekas (Aqua, Siplah, Teh Gelas, dll.)
2. Gunting
/ Cutter
3. Stapless
dan isinya
4. Tali
5. Kabel
dan lampu
2.4
Proses Pembuatan
Berikut ini adalah Proses Pembuatan lampu lampion dari bahan limbah:
1.
Potong bagian
atas semua gelas plastik.
2.
Staples 3 buah
gelas plastik menjadi satu membentuk segitiga kecil.
3.
Gabungkan 3
buah segitiga kecil ditambah dengan 1 buah gelas plastik menjadi segitiga
sedang.
4.
Gabungkan 4
buah segitiga sedang menjadi segitiga besar.
5.
Untuk membuat
sebuah lampion berbentuk setengah bola memerlukan 4 buah segitiga besar
6.
Gabungkan
setengah bola dengan setengah bola yang lain untuk membuat sebuah lampion
berbentuk bola.
7.
Untuk membuat
lebih menarik, cat terlebih dahulu bagian dalam lampion sebelum dipasang.
8.
Pasang kabel
berikut lampunya dan siap dipergunakan.
2.5 Tempat,
Waktu dan Peserta Pelaksanaan
Bertempat
di sekolah MA Darussa’adah Cot Tarom, pada jam 09.20 WIB – 13.40 WIB dengan peserta pelaksanaan
siswa/siswi kelas X.A dan X.B.
BAB
III
HASIL
DAN EVALUASI
3.1
Hasil Akhir Lampu Lampion
Berikut adalah gambaran hasil akhir dari lampu
lampion yang terbuat dari gelas plastik bekas:



Lampu lampion ini memberikan cahaya lembut dan
dapat digunakan sebagai dekorasi dalam berbagai acara atau untuk mempercantik
ruangan. Desain yang kreatif dan pemanfaatan bahan bekas yang ramah lingkungan
membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk mendukung gaya hidup berkelanjutan.
3.2
Evaluasi dan Rekomendasi
Berikut adalah evaluasi dari proses membuat lampu lampion
dari gelas plastik bekas:
Kelebihannya :
1. Ramah
Lingkungan: Menggunakan gelas plastik bekas mengurangi jumlah limbah
plastik yang masuk ke tempat pembuangan akhir, mendukung praktik daur ulang dan
keberlanjutan lingkungan.
2. Mudah
Didapatkan: Barang bekas seperti gelas plastik umumnya mudah
didapatkan dan dapat dimanfaatkan kembali dengan biaya rendah atau bahkan
gratis.
3. Kreativitas
dan Personalisasi: Proses pembuatan lampu lampion dari gelas plastik
memungkinkan untuk mengaplikasikan berbagai desain dan motif sesuai dengan
selera dan kebutuhan, menciptakan dekorasi yang unik dan personal.
4. Pengajaran
Nilai-nilai Lingkungan: Aktivitas ini dapat digunakan sebagai
kesempatan untuk mengajarkan nilai-nilai lingkungan kepada individu atau
kelompok, seperti pentingnya mendaur ulang dan menciptakan barang-barang baru
dari barang bekas.
5. Biaya
Rendah: Pembuatan lampu lampion dari gelas plastik bekas relatif murah
karena bahan utamanya adalah limbah yang tersedia secara gratis atau dengan
biaya rendah.
Keterbatasannya:
1. Kekuatan
dan Durabilitas: Gelas plastik bekas cenderung tidak sekuat bahan baru
atau bahan lain seperti kaca. Hal ini bisa mempengaruhi kekuatan lampu lampion
dan membatasi jenis desain atau ukuran yang dapat dibuat.
2. Pilihan
Warna dan Transparansi: Meskipun dapat diwarnai dengan cat akrilik,
gelas plastik memiliki batasan dalam hal opasitas dan efek visual yang dapat
dicapai dibandingkan dengan kaca atau bahan lain yang lebih transparan.
3. Resiko
Keamanan: Penggunaan lampu LED atau lilin LED harus dikelola dengan
hati-hati untuk mencegah risiko kebakaran atau kontak langsung dengan bahan
bakar. Perhatikan untuk memilih lampu LED yang tahan panas dan aman digunakan
dalam lingkungan tertutup seperti dalam lampu lampion.
4. Proses
Pembuatan yang Memakan Waktu: Meskipun relatif sederhana, proses
memotong, menata, dan menutupi gelas plastik untuk membuat lampu lampion
membutuhkan waktu dan kesabaran, terutama untuk desain yang lebih rumit atau
untuk jumlah yang besar.
Rekomendasi:
1.
Edukasi dan Kesadaran: Terus
tingkatkan pendidikan dan kesadaran tentang pentingnya pengelolaan limbah dan
praktik daur ulang, terutama di kalangan masyarakat dan generasi muda.
2.
Inovasi Desain: Teruslah mencari
inovasi dalam desain lampu lampion dari gelas plastik bekas, termasuk
eksplorasi berbagai teknik dekoratif dan penggunaan bahan tambahan untuk
meningkatkan estetika dan daya tahan.
3.
Keselamatan: Pastikan untuk selalu
memprioritaskan keselamatan dalam menggunakan lampu lampion, terutama dalam hal
pilihan lampu dan cara penyusunan yang aman dari segi kebakaran dan potensi
bahaya lainnya.
4.
Kolaborasi dan Pengembangan Komunitas:
Pertimbangkan untuk mengembangkan proyek ini dalam skala lebih besar,
melibatkan komunitas atau kelompok untuk meningkatkan keterlibatan dan dampak
sosial dari praktik daur ulang dan kreativitas ini.
Dengan mengevaluasi secara kritis proses pembuatan lampu
lampion dari gelas plastik bekas, kita dapat terus memperbaiki dan memperluas
penggunaan bahan-bahan daur ulang untuk menciptakan produk yang lebih ramah
lingkungan dan berdaya guna.
BAB
IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
4.1
Kesimpulan
Dalam proses membuat lampu lampion dari gelas plastik bekas,
dapat disimpulkan bahwa ini adalah langkah yang positif dalam mendukung praktik
daur ulang dan gaya hidup berkelanjutan. Berikut adalah beberapa poin penting
yang bisa diambil dari proses ini:
1. Pemanfaatan
Limbah Plastik: Menggunakan gelas plastik bekas sebagai bahan utama
untuk lampu lampion adalah cara efektif untuk mengurangi limbah plastik yang
berakhir di tempat pembuangan akhir. Dengan menciptakan produk yang bermanfaat
dari limbah, kita mendukung upaya untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan
mengurangi dampak negatif terhadap ekosistem.
2. Kreativitas
dan Personalisasi: Proses membuat lampu lampion dari gelas plastik
bekas memungkinkan untuk bereksperimen dengan berbagai desain dan motif. Ini
tidak hanya menciptakan dekorasi yang unik dan estetis, tetapi juga memberikan
kesempatan untuk mengajarkan nilai-nilai keberlanjutan dan kreativitas kepada individu
atau kelompok.
3. Edukasi
dan Kesadaran Lingkungan: Aktivitas ini dapat digunakan sebagai
platform untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan
limbah dan praktik daur ulang. Melalui pendidikan dan demonstrasi praktis
seperti ini, kita dapat menginspirasi orang lain untuk mengadopsi cara hidup
yang lebih ramah lingkungan.
4. Tantangan
dan Rekomendasi: Meskipun proses pembuatan lampu lampion dari gelas
plastik bekas relatif sederhana, ada beberapa tantangan seperti kekuatan dan
durabilitas bahan serta masalah keselamatan dalam penggunaan lampu. Oleh karena
itu, penting untuk terus mengembangkan teknik, inovasi, dan praktik yang lebih
aman dan efektif.
Dengan demikian, pembuatan lampu lampion dari gelas plastik
bekas bukan hanya memberikan manfaat praktis dalam mengurangi limbah plastik,
tetapi juga berkontribusi pada upaya yang lebih besar untuk menjaga
keberlanjutan lingkungan. Dengan terus mendorong inovasi dan kesadaran
masyarakat, kita dapat menciptakan perubahan positif yang lebih besar dalam
menghadapi tantangan lingkungan global saat ini.
4.2
Saran
Demikianlah Laporan P5
yang kami buat ini, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan para pembaca.
Kami mohon maaf apabila ada kesalahan ejaan dalam penulisan kata dan kalimat
yang kurang jelas. Kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan
dan kami juga sangat mengharapkan saran dan kritik dari para pembaca demi
kesempurnaan laporan ini. Sekian penutup dari kami semoga dapat diterima di
hati dan kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
LAMPIRAN
DOKUMENTASI
PELAKSANAAN PROJEK
PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
(P5)
GAYA
HIDUP BERKELANJUTAN
“MEMBUAT
LAMPU LAMPION”








0 Komentar